Kesenian Tarawangsa sebagai Makna dari 3T
KESENIAN TARAWANGSA...
Tarawangsa
adalah kesenian yang dipakai untuk penyambutan hasil panen yang bergantung
terhadap matahari hasilnya, kesenian ini dimainkan dengan cara digesek.
Tarawangsa tersusun atas tiga kata yaitu "Ta-Ra-Wangsa" yang memiliki
arti "Ta" artinya pergerakan, "Ra" yang dapat dianalogikan
sebagai matahari, dan "Wangsa" dapat diartikan sebagai manusia yang
mendiami suatu wilayah, maka dapat disimpulkan bahwa arti tarawangsa secara
general adalah kisah kehidupan bangsa matahari, yaitu masyarakat yang
memberikan penyambutan dengan kesenian ini dari hasil panen yang didapatkan.
Latar Belakang
Kesenian
tarawangsa ini bukan hanya ada di Kabupaten Sumedang saja, namun tersebar di
daaerah Jawa - Bali, di setiap daerah kesenian ini berbeda-beda cara
penamipilannya. Di Kabupaten Sumedang sendiri kesenian tarawangsa ini berada di
daerah Rancakalong, cara penampilannya hanya menampilkan instrument saja tanpa
di iringi oleh penyanyi.
Awal
mulanya ada kesenian ini digunakan sebagai upacara ritual yang berhubungan
dengan magis religius untuk menghormati Dewi Sri, yang biasanya dilakukan
menjelang dan setelah panen selesai. Kesenian ini selain bertujuan untuk
menghibur para petani juga sebagai bentuk pengungkapan rasa syukur kepada Tuhan
atas hasil panen yang melimpah.
Bentuk
penyajiannya biasanya digunakan dalam upacara adat ngalaksa dan ngabubur suro
yang biasa dilakukan di daerah tersebut. Namun karena zaman semakin berubah dan
berkembang kini fungsi dari tarawangsa ini bukan hanya untuk digunakan dalam
upacara adat, namun dipakai juga dalam acara pernikahan, khitanan, dan acara
yang lainnya.
Makna
Makna yang
terkandung dalam kesenian ini begitu dalam dan banyak, karena kesenian
tarawangsa ini sangat berpengaruh bagi kehidupan suatu masyarakat di wilayah
tertent.
·
Makna spiritual, dalam hal ini kesenian
tarawangsa digunakan sebagai komunikasi antara mahluk dan Tuhannya, sebagai
ucapan rasa syukur atas nikmat yang diberikan berupa hasil padi yang melimpah.
·
Makna sosial, sangat jelas dengan adanya
tarawangsa ini kehidupan dan interaksi sosial antar masyrakat menjadi berubah
karena kebersamaan dan kekompakan adalah hal utama untuk mencapai tujuan bersama
yaitu mendapatkan hasil padi yang melimpah, sehingga masyarakat bekerja sama
untuk melaksanakan upacara adat ngalaksa.
Nilai Moral
Nilai moral yang didapatkan dari kesenian tarawangsa ini adalah mengenai kebersamaan dan kekompakan, dimana tujuan akan cepat dicapai dan bisa terwujud dengan kerja sama dan tidak egois satu sama lain, hal ini dibuktikan dengan adanya pelaksanaan kesenian tarawangsa ini untuk bisa mendapatkan hasil padi yang melimpah dan baik.
Selain itu dalam kesenian ini kita diajarkan untuk selalu bersyukur dalam segala hal, hal ini dibuktikan dalam kesenian tarawangsa dimana masyrakat melaksanakan upacara ngalaksa sebagai bentuk ucapan rasa syukur kepada Tuhan. Nilai moral selanjutnya adalah mengenai kesopanan dimana dalam kesenian tarawangsa ini masyarakat melaksanakan sebelum panen mulai yang tujuannya untuk menghormati Dewi Sri.
Tontonan, Tuntunan, Tatanan
Kesenian tarawangsa dapat menjadi tontonan di masyarakat karena fungsinya
yang bisa menghibur dengan lantunan musik yang dihasilkannya, sebagain tuntunan
tarawangsa ini memiliki nilai moral yang mampu menuntun masyarakat, dan tatanan
tarawangsa dapat mengatur kehidupan masyarakat secara tidak langsung.
Referensi:
2018. Tarawangsa, Kesenian Tradisional Sumedang. Kemendikbud.go.id. Di
akses pada 2 Juli 2021
http://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpnbjabar/tarawangsa-kesenian-tradisional-kabupaten-sumedang/
http://digilib.uinsgd.ac.id/28939/4/4_bab1.pdf

Komentar
Posting Komentar