Kesenian Tarawangsa sebagai Makna dari 3T

 KESENIAN TARAWANGSA... 



(source: http://www.cintaindonesia.web.id/)


Tarawangsa adalah kesenian yang dipakai untuk penyambutan hasil panen yang bergantung terhadap matahari hasilnya, kesenian ini dimainkan dengan cara digesek. Tarawangsa tersusun atas tiga kata yaitu "Ta-Ra-Wangsa" yang memiliki arti "Ta" artinya pergerakan, "Ra" yang dapat dianalogikan sebagai matahari, dan "Wangsa" dapat diartikan sebagai manusia yang mendiami suatu wilayah, maka dapat disimpulkan bahwa arti tarawangsa secara general adalah kisah kehidupan bangsa matahari, yaitu masyarakat yang memberikan penyambutan dengan kesenian ini dari hasil panen yang didapatkan.

 

Latar Belakang

Kesenian tarawangsa ini bukan hanya ada di Kabupaten Sumedang saja, namun tersebar di daaerah Jawa - Bali, di setiap daerah kesenian ini berbeda-beda cara penamipilannya. Di Kabupaten Sumedang sendiri kesenian tarawangsa ini berada di daerah Rancakalong, cara penampilannya hanya menampilkan instrument saja tanpa di iringi oleh penyanyi.

Awal mulanya ada kesenian ini digunakan sebagai upacara ritual yang berhubungan dengan magis religius untuk menghormati Dewi Sri, yang biasanya dilakukan menjelang dan setelah panen selesai. Kesenian ini selain bertujuan untuk menghibur para petani juga sebagai bentuk pengungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas hasil panen yang melimpah.

Bentuk penyajiannya biasanya digunakan dalam upacara adat ngalaksa dan ngabubur suro yang biasa dilakukan di daerah tersebut. Namun karena zaman semakin berubah dan berkembang kini fungsi dari tarawangsa ini bukan hanya untuk digunakan dalam upacara adat, namun dipakai juga dalam acara pernikahan, khitanan, dan acara yang lainnya.


Makna

Makna yang terkandung dalam kesenian ini begitu dalam dan banyak, karena kesenian tarawangsa ini sangat berpengaruh bagi kehidupan suatu masyarakat di wilayah tertent.

·       Makna spiritual, dalam hal ini kesenian tarawangsa digunakan sebagai komunikasi antara mahluk dan Tuhannya, sebagai ucapan rasa syukur atas nikmat yang diberikan berupa hasil padi yang melimpah.

·       Makna sosial, sangat jelas dengan adanya tarawangsa ini kehidupan dan interaksi sosial antar masyrakat menjadi berubah karena kebersamaan dan kekompakan adalah hal utama untuk mencapai tujuan bersama yaitu mendapatkan hasil padi yang melimpah, sehingga masyarakat bekerja sama untuk melaksanakan upacara adat ngalaksa.

Nilai Moral

    Nilai moral yang didapatkan dari kesenian tarawangsa ini adalah mengenai kebersamaan dan kekompakan, dimana tujuan akan cepat dicapai dan bisa terwujud dengan kerja sama dan tidak egois satu sama lain, hal ini dibuktikan dengan adanya pelaksanaan kesenian tarawangsa ini untuk bisa mendapatkan hasil padi yang melimpah dan baik.

    Selain itu dalam kesenian ini kita diajarkan untuk selalu bersyukur dalam segala hal, hal ini dibuktikan dalam kesenian tarawangsa dimana masyrakat melaksanakan upacara ngalaksa sebagai bentuk ucapan rasa syukur kepada Tuhan. Nilai moral selanjutnya adalah mengenai kesopanan dimana dalam kesenian tarawangsa ini masyarakat melaksanakan sebelum panen mulai yang tujuannya untuk menghormati Dewi Sri.

Tontonan, Tuntunan, Tatanan

   Kesenian tarawangsa dapat menjadi tontonan di masyarakat karena fungsinya yang bisa menghibur dengan lantunan musik yang dihasilkannya, sebagain tuntunan tarawangsa ini memiliki nilai moral yang mampu menuntun masyarakat, dan tatanan tarawangsa dapat mengatur kehidupan masyarakat secara tidak langsung.

 

Referensi:

2018. Tarawangsa, Kesenian Tradisional Sumedang. Kemendikbud.go.id. Di akses pada 2 Juli 2021

http://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpnbjabar/tarawangsa-kesenian-tradisional-kabupaten-sumedang/

http://digilib.uinsgd.ac.id/28939/4/4_bab1.pdf

 

 

 

Komentar

Postingan Populer